entahlah, aku pikir kita nikmati dulu perjalanan ini, tanpa perlu bertanya kemanakah tujuan kita. Aku terlalu lelah untuk membuat rencana, dan biarlah semuanya menjadi kejutan yang menyenangkan.
mungkin pernah terlintas di benakmu, betapa segala tentangku kadang terlihat mengabur. bukannya aku tak ingin membawamu ke tempat yang indah. Aku pernah menjadi seseorang dengan angan-angan yang tinggi, dan sempat kurencanakan sebuah tujuan, tetapi kau tahu?aku terhenti di tengah jalan. dan bekal yang kubawa hanya menjadi remah-remah basi yang bertebaran tak teratur di setapak.
dan sepertinya kau sesosok baru yang menyenangkan, kutemukan kenyamanan saat melalui setapak bersamamu. aku rindu mengait-ngaitkan jari jemari kita, aku suka dengan rangkaian delapan huruf tiga kata satu makna yang sering kau katakan padaku. hari, dan minggu tak pernah punya cukup tempat untuk menampung segala pembicaraan kita:aku seperti menemukan makna perjalanan denganmu.
tapi mungkin aku masih terlalu takut untuk berkhayal, melambungkan harapan dan mimpi-mimpi bersamamu, membayangkan tempat tujuan kita nanti. lagipula, kau terlalu indah bila hanya sekedar jadi tokoh utama dalam angan-angan, kau terlalu kucintai dan aku tak berani berjanji lebih dari itu.