“Good News is A Bad News”. Seburuk apapun penilaian orang terhadap orang lain, ketahuilah bahwa ada penilaianmu terhadap orang lain tersebut yang independen.
Mereka yang selalu menginspirasi akan memiliki tempat tersendiri dalam independenitas penilaianmu.
Kebaikan itu berserak ada pada setiap orang, perhatikan, lalu kumpulkan -(red. Achmad Lutfi).Biarkan Allah yang menjaga aib-aib.
Semoga terus sukses menginspirasi, dimanapun. :)
Ada kalanya, manusia, dengan segala jenis sifatnya, menghakimi manusia lain tanpa memperhatikan adab. Adab bahwa dirinya, yang juga manusia, menuntut untuk dihargai oleh manusia lain. Ya, itulah manusia. Mereka,Kamu,Kalian,Kita,Kami, dan Aku.
Ada Kalanya,manusia, hanya mendengarkan,tanpa mau mencari tahu kenapa. Mendengarkan tanpa mau mencari kebenaran sesungguhnya.
Ada Kalanya, manusia, menelan tanpa mengunyah. Menelan bulat-bulat karena dirasa mudah dicerna. Dirasa.
Ada kalanya, manusia, hanya ingin tahu, tanpa memiliki rasa tanggung jawab. Tanggung jawab bahwa rasa keingintahuannya tersebut bisa jadi celah lalai yang dimanfaatkan setan untuk menebarkan keburukan.
Ada kalanya, manusia, harus tahu bahwa : kepada siapa hidupku nantinya kelak akan dipertanggungjawabkan?
Tahukah kamu wahai manusia, manusia diberikan karunia yang berbeda-beda oleh Allah.
Ada yang pandai menyampaikan, namun belum lihai dalam melakukan.
Ada yang pandai berpikir, namun belum lihai mempraktekkan.
Ada yang pandai merencanakan, namun belum lihai mengeksekusikan.
Ada yang pandai merangkai kata, namun terbata-bata berucap di depan khalayak.
Tak lihatkah, bahwa tesis pertama bisa jadi yang menimbulkan tesis kedua.
Tapi tak melihatkah, selalu ada kata “ belum “ dalam lingkaran kehidupan manusia. Mereka,Kamu,Kalian,Kita,Kami, dan Aku.
Kata “ tidak” bukanlah sebuah keniscayaan.
Biarkan Allah yang menentukan seberapa baik seorang manusia.
:)
Ratna Anggareni
Yogyakarta, 20 Juni 2012