Tuhan itu maha Pencemburu. Itu karena tidak seperti manusia, Dia tahu apa isi hati kita, apa yang ada di pikirian kita. Sedangkan kita, kita tidak tahu apa yang ada di pikiran pasangan kita, begitu juga apa yang ada di dalam hatinya. Maka dari itu, kita kadang mengatakan bahwa cemburu kita berlebihan dan meleset dari kenyataan yang sebenarnya.
Rasa cemburu itu wajar, karena cinta tanpa cemburu itu bagaikan neraka tanpa api, surga tanpa malaikat, atau mungkin Tumblr tanpa Zarry. :p Tapi jika cemburu itu berlebih, itu seperti ingin menyurgakan bumi, atau membuat surga terbakar.
Cemburu yang berlebih biasanya dipengaruhi oleh pikiran-pikiran buruk. Rasa takut yang tinggi akan kehilangan, atau ketidaksiapan kita menghadapi para pesaing. Semakin berlebih rasa cemburu, saya khawatir itu akan menjauhkan kelembutan. Itu tidak bisa dibilang penyakit, tetapi juga tidak sehat.
Cemburu itu boleh-boleh saja. Yang tidak boleh itu tidak cemburu sama sekali. ;)
Rasa cemburu itu wajar, karena cinta tanpa cemburu itu bagaikan neraka tanpa api, surga tanpa malaikat, atau mungkin Tumblr tanpa Zarry. :p Tapi jika cemburu itu berlebih, itu seperti ingin menyurgakan bumi, atau membuat surga terbakar.
Cemburu yang berlebih biasanya dipengaruhi oleh pikiran-pikiran buruk. Rasa takut yang tinggi akan kehilangan, atau ketidaksiapan kita menghadapi para pesaing. Semakin berlebih rasa cemburu, saya khawatir itu akan menjauhkan kelembutan. Itu tidak bisa dibilang penyakit, tetapi juga tidak sehat.
Cemburu itu boleh-boleh saja. Yang tidak boleh itu tidak cemburu sama sekali. ;)
No comments:
Post a Comment