ada suatu masa dimana saya cukup lelah hidup untuk orang lain. saya lelag pada kenyataan yang tidak saya harapkan. tahu tidak, rasanya sakit loh menemukan diri kita sendirian disaat kita ingin menangis dan ingin bercerita tentang banyak hal. tapi apa ada, setidaknya seseorang saja, atau mungkin itu kamu, yang bisa sedikit mengerti tentang hal ini? saya ingin mengeluh, saya ingin marah, lalu menangis, dan teriak di bahu seseorang entah siapa, tapi saya sendiri juga tidak tahu itu siapa? apa ada yang bisa menerima saya yang sebenarnya tanpa berkomentar sedikitpun? mungkin itu cuma imajinasi konyol ditengah hari yang dingin, hati yang bimbang tapi saya kadang ingin benar-benar meneriakkan keinginan saya yang sebenarnya. bahwa saya bosan.bosan.bosan.bosan bahwa saya ingin berteriak. dan bahwa saya ingin membunuh, yah, membunuh siapa saja seperti jack the ripper atau jason, bukankah pembunuhan bisa menjadi sebuah seni jika dilakukan secara terencana dan lewat hati? terlebih kalau membunuh beberapa orang yang kita benci, yang munafik, yang didepannya tidak hanya saya acungkan jari tengah tapi juga segala kesengsaraan dan benda-benda tajam.
saya bukan orang yang baik, kalau kamu ataupun siapa saja mau tahu. saya egois, kasar, pemarah, pendendam, mudah membenci tak terkecuali kamu. saya benci ketika segala sesuatu yang tidak berlangsung sesuai apa yang saya inginkan, saya juga benci janji-janji yang diingkari, dan saya benci terkurung sendirian. tapi apa perlu saya teriakkan ratusan kali didepan banyak orang seperti sirine tanda bahaya?kan tidak. saya terlalu pengecut untuk menjadi jahat.
No comments:
Post a Comment