Popular Posts

Sunday, December 4, 2011


terlepas dari Tuhan yang terlalu baik sama saya, selalu ada fase-fase bimbang gundah gulana resah khawatir cemas atau apalah sebutannya tentang beberapa hal. gimana caranya manusia bisa yakin dengan sesuatu yang selama ini dia percaya, dan kepercayaan itu bertahan sampai mati?
banyak orang punya fase ketika keimanannya sedikit banyak kebentur dengan fakta atau pengalaman dalam hidupnya. pada suatu titik akan terjadi tubrukan antara kenyataan dan sesuatu yang dia imani dan kalau dia nggak kuat, beberapa orang bisa lepas iman. kalau dia kuat, maka imannya bakal bertambah.
tapi hidup kan nggak segampang itu. fase-fase semacam itu bukan tamu yang mampir sekali seumur hidup, tapi bisa hadir berkali-kali. iman setiap orang itu diuji terus menerus. Tuhan seakan mengulur-ulur waktu doa dikabulkan, berpura-pura tuli dan diam, malas menjawab, atau jahat kepada Mahluknya.
padahal nggak. nggak sama sekali.
kalau Tuhan membencimu, kamu sudah mati. sudah berkalang tanah paling rendah diceburkan dalam panas yang dinamakan neraka. tapi nyatanya kamu masih hidup, sehat, walau nggak selalu bahagia. tapi cukup. seenggaknya Tuhan masih memberimu kasih sayang, rahmat, walau seringkali semua yang diberikan Tuhan itu nggak pernah dia labeli ‘ini lho Rahmatku’
Tuhan mau manusia menebaknya sendiri. mau manusia bersyukur, berpikir, berterima kasih.
Dia tak perlu sembilan belas tahun buat menunggu. saya yang perlu.

No comments:

Post a Comment